UMKM Produksi 2 Juta Masker Kain Untuk Masyarakat Jabar

UMKM Produksi 2 Juta Masker Kain Untuk Masyarakat Jabar
0 Komentar

Cianjurekspres.net – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melibatkan 200 UMKM untuk memproduksi 2 juta masker kain. Masker kain tersebut nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat Jawa Barat.
Hal tersebut dilakukan guna membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jawa Barat di tengah pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat, Kusmana Hartadji mengatakan, masker kain dipilih karena ratusan UMKM Jabar mulai memproduksi Alat Pelindung Diri (APD).
“Setiap UMKM ditargetkan untuk memproduksi sekitar 10.000 masker kain,” ujar Kusmana dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/6/2020).
Menurut Kusmana, langkah pertama Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jabar adalah menginventariasi UMKM yang memproduksi APD.
Ada sekitar 800 UMKM di Jabar membuat APD, mulai dari masker, sarung tangan, dan baju hazmat. Setelah itu, kata ia, pihaknya menentukan spesifikasi yang mesti dipenuhi UMKM.
“Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi UMKM, seperti izin usaha. Kami menemukan beberapa kendala, seperti UMKM yang kekurangan modal, di awal produksi atau tengah produksi. Kami bayar sebagian (dari total) lebih dulu, supaya mereka dapat bergerak,” ucapnya.
Kusmana menyatakan, pemanfaatan platform digital dilakukan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jabar, supaya UMKM dapat menjangkau pasar yang luas. Saat ini, kata ia, sudah ada 20 persen dari 4,6 juta UMKM di Jabar telah mengakses platform digital dalam melakukan transaksi.
Selain dapat memperluas pasar UMKM di Jabar, platform digital mampu mengurangi risiko penyebaran Covid-19. Sebab, transaksi jual-beli tidak dilakukan secara tatap muka. Meski begitu, menurut Kusmana, ada beberapa UMKM terkendala koneksi internet.
“Banyak UMKM yang memanfaatkan penjualan secara digital, seperti sosial media. Peningkatan penghasilan menyentuh 20-30 persen setelah UMKM tersebut memanfaatkan platform digital,” katanya.
Kusmana mengatakan, guna menggerakkan kembali UMKM, pemerintah pusat merelaksasi restrukturisasi kredit, seperti penundaan cicilan dan subsidi pembayaran bunga kredit.
“Perbankan yang berada dinaungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni bank bjb, pun sudah melakukan relaksasi tersebut. Kami juga sedang merintis badan layanan umum atau UPTD untuk menyalurkan dana bergulir untuk UMKM terdampak Covid-19 akan kembali berproduksi,” pungkasnya.(rls/**)

0 Komentar