oleh

Aksi Operasi Sampah GPO-Montana di Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango

Cianjurekspres.net– Volume sampah yang terdapat pada jalur pendakian Gunung Gede Pangrango selalu meningkat setiap tahunnya.

Hal ini menjadi “PR” bersama terutama bagi pecinta alam yang setiap tahunnya selalu menyempatkan untuk mendaki Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Sejumah relawan yang tergabung dalam GPO (Gunung Pangrango Operasional) dan Montana melakukan pembersihan jalur pendakian di antara dua jalur, yaitu jalur via Cibodas dan jalur via Gunung Putri selama 3 hari dari 13-15 Maret 2020.

Seorang relawan yang ikut serta dalam kegiatan tersebut, Niko Rastagil mengatakan, agenda pembersihan sampah dilakukan setiap tahunnya. Tujuannya, untuk mengurangi sampah yang berserakan di area jalur pendakian.

Ini merupakan inisiasi yang tergabung dalam Gunung Pangrango Operasional (GPO) yang selalu resah ketika gunung dan jalur pendakian dijadikan tumpukan sampah.

Niko menuturkan, setiap tahunnya, jalur pendakian dan puncak gunung selalu penuh dengan. Oleh karenanya, setiap akan dibuka jalur pendakian, sebulan sebelumnya diadakan Aksi Bersih Sampah.

“Setiap tahun itu pasti sampah dimana-mana, kalau setiap pembersihan itu, kalau dikumpulkan tahun kemarin aja hampir 3 ton sampah, makanya dengan agenda ini kita berhasil mengurangi jumlah sampah yang terkumpul setiap tahunnya,”katanya saat dihubungi cianjurekspres.net, Rabu (18/3/2020).

Selain membuat jalur pendakian menjadi bersih dari sampah, kegiatan itu juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi kesadaran pendaki yang berwawasan lingkungan.

“Sebagai pecinta alam, kita juga harus menjaga alam. Mendaki bukan sekedar petualangan yang mengasyikkan lalu semena-mena dapat meninggalkan sampah seketika. Ini yang harus diketahui para pendaki untuk selalu ramah terhadap lingkungan,” tuturnya.

Kegiatan itu juga diharapkan mampu meningkatkan kecintaan pada bangsa dan negara melalui efektivitas masyarakat peduli kepada lingkungan. Dilakukan dengan menjaga konservasi dan menjaga ekosistem di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Secara teknis, Niko menjelaskan, kelompok opsih dibagi per pintu masuk pendakian, masing-masing jalur dibagi per blok atau lokasi operasi. Operasi sampah dimulai dari puncak menyisir jalur ke arah bawah. Kemudian sampah yang dikumpul dimasukan trashbag dan dibawa dengan menggunakan karung.

Sampah yang terkumpul mencapai 517kg, artinya kegiatan tersebut setiap tahunnya dapat mengurangi jumlah sampah. Jika dibandingkan tahun lalu, sampai mencapai 3 ton.

“Ya alhamdulillah kan,minimal per tahun bisa berkurang. Jadi kalau rutin, si pendaki bisa lebih sadar dan peduli lingkungan dengan tidak membawa sampah ke TNGGP,” imbuhnya.

Sampah tersebut kemudian akan diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten Cianjur dan TPA Kabupaten Sukabumi. Namun, sampah organik dan plastik disumbangkan kepada yang membutuhkan untuk proses daur ulang.(*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *