Impor dari China Dihentikan, Diskoperdagin Cianjur Pastikan Stok Bawang Putih Aman

CIANJUR – Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperdagin) Kabupaten Cianjur memastikan stok bawang dipastikan aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Bahkan harga bwang putih masih stabil.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Bidang Perdagangan Diskoperdagin Kabupaten Cianjur, Nana Rukmana menanggapi langkah pemerintah menghentikan sementara impor bawang putih sebagai antisipasi masuknya wabah virus corona ke Indonesia.

“Belum ada laporan kenaikan harga bawang putih secara signifikan, harganya masih stabil, baru ada penurunan harga cabai,” kata Nana Rukmana kepada cianjurekspres.net, Jumat (7/2/2020).

Menurutnya, bawang putih yang dijual di pasar tradisional Cianjur selama ini dipasok dari para petani lokal langsung. Sehingga jarang ada bawang putih dari China yang dijual di Cianjur.

“Karena yang dijual di pasaran itu kan rata-rata pemasoknya langsung dari petaninya, jadi jarang dapat langsung impor dari China,”tutur Nana.

Namun, Lanjut Nana, pihaknya akan siap berkoordinasi dengan beberapa kepala UPTD setempat untuk mencegah kenaikan tersebut. Ia akan terus memantau kestabilan harga komoditas bawang.

“Pasti kita antisipasi, koordinasinya dengan UPTD setempat untuk kemudian dibahas lebih lanjut lagi dengan pemasoknya, karena akan sulit juga untuk kita membedakan mana yang impor mana yang hasil produksi,”jelasnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Induk Cianjur, Tri Wibowo mengatakan, harga bawang putih saat ini masih stabil. Yaitu Rp40 ribu/kg untuk bawang putih biasa dan Rp60 ribu/kg untuk bawang putih kating.

“Kami juga akan terus melakukan pemantauan harga baik di pasar agar menjual dengan harga wajar,” katanya.

Tri mengingatkan pedagang untuk tidak memainkan harga dan merugikan masyarakat, karena stok masih banyak.(rid/hyt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.