oleh

Jelang Pergantian Tahun, Begini Curhatan Pedagang Terompet di Cianjur

CIANJUR – Pergantian tahun baru ke 2020 tinggal menghitung jam. Momen yang dinantikan tak hanya oleh masyarakat, tetapi juga pedagang petasan dan terompet musiman yang berupaya meraup keuntungan dari perayaannya.

Asep (35), salah satu pedagang terompet musiman di kawasan Pasar Bojongmeron, Cianjur mengasumsikan dagangannya akan diserbu mulai malam nanti. Namun dirinya tak berharap lebih, sebab ia meyakini pendapatannya akan berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Dari kemarin sudah ada yang beli sih, kayaknya malam nanti sore sampai malam nanti banyaknya. Tapi kayanya gak bakal seramai tahun kemarin,” katanya, Selasa (31/12/2018).

Meski banyak pedagang sudah beroperasi sejak beberapa hari yang lalu, Asep menuturkan kebanyakan pedagang baru bisa memastikan untung atau rugi setelah tahun berganti.

Menurutnya, dagangannya kali ini tidak akan selaris tahun sebelumnya. Dengan adanya larangan pemerintah untuk berjualan dan merayakan tahun baru dengan terompet dan petasan, maka pedagang petasan dan terompet pun segan untuk secara terbuka menjual.

“Sekarang kan ada aturannya. Sebenarnya dari 2 tahun sebelumnya udah dilarang, makanya saya gak terlalu optimis,”ungkapnya.

Pada hari-hari sebelumnya, ia mengaku dagangannya hanya terjual sampai 10 terompet saja. Diakui Asep (35), ia mulai berjualan sejak Sabtu lalu.

“Kurang lebih sudah empat harian saya mulai jualannya, kemarin cuma kejual 10 terompet aja. Hari ini baru satu aja malah yang laris, gak tahu kalau nanti malamnya,” ucap Asep.

Asep menyebutkan pergantian tahun itu orang kebanyakan hanya berkunjung dan melihat-lihat saja ke pasar atau menghampiri setiap pedagang petasan dan terompet yang ada di jalanan.

“Biasanya hari-hari sebelumnya belum terlalu ramai, karena mereka cuma lihat-lihat aja. Nah baru nanti kalau sudah malam tahun,” ujarnya.

Ia mengaku pada tahun sebelumnya, pendapatannya bisa mencapai Rp3-5 juta.

“Kalau tahun kemarin bisa sampai Rp3-5juta. Sekarang cuacanya juga lagi gak mendukung, jadi ya selakunya saja,” katanya.

Terompet yang dijualnya dibandrol dengan harga mulai Rp5 ribu sampai dengan Rp30 ribu.

Sementara, salah satu pembeli, Dedi (62) yang hendak membelikannya untuk cucunya berupaya memilah-milah bentuk terompet yang bagus. Ia mengaku cucunya selalu ingin merayakan tahun baru dengan meniupkan terompet.

“Untuk cucu saya, karena memang gitu kalau tahun baru sering minta dibeliin terompet. Ya di rumah saja lah perayaannya juga,”ucapnya.

Dedi pun mengaku sudah memberitahu cucunya agar tidak selalu menghabiskan uang untuk membeli petasan dan terompet. Namun hal itu sudah menjadi tradisi lama bagi keluarganya hanya sekedar untuk senang-senang saja.

“Namanya juga anak kecil, sudah dari dulu kalau malam tahun baru gitu. Tapi kalau untuk petasan sudah tidak lagi, karena sekarang juga udah mulai sedikit yang jual petasan,” kata Dedi.(rid/hyt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *