oleh

Politisi Golkar: Plt Bupati Cianjur Kurang Greget

CIANJUR – Politisi Golkar Sapturo, menyambut baik rencana Presiden Joko Widodo menyederhanakan birokrasi dengan memangkas eselon dan memperbanyak tenaga fungsional ketimbang struktural.

“Bagus, terobosan inovatif. Sepertinya diluar negeri seperti itu, makanya dilingkungan OPD tertentu ada dua eselon. Status kepegawaian fungsional dan struktural,” katanya kepada cianjurekspres.net beberapa waktu lalu.

Menurutnya, fungsional memiliki keahlian untuk bisa mendobrak dan lebih bagus ketimbang struktural yang kerjanya banyak mengatur soal manajemen.

“Saya setuju lebih banyak fungsional ketimbang struktural. Open Bidding khususnya di Cianjur, hanya satu cara mengukur kemampuan seseorang, belum tentu yang tertinggi di seleksi ketika direalisasikan lebih bagus,” tutur Sapturo.

Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Cianjur ini mencontohkan, Plt Bupati Cianjur Herman Suherman yang dianggapnya kurang greget untuk memberikan terobosan kepada anak buahnya dalam hal ini Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kenapa?, karena Pak Bupati masih ewuh pakewuh (sungkan-red), dia masih sebagai Plt belum punya kewenangan penuh. Sebetulnya Plt Bupati leluasan kewenangannya untuk memberikan teguran dan pembinaan,” tegas Sapturo.

Dirinya berharap kedepan, pejabat OPD hasil open bidding tidak hanya bisa merencanakan dan berproses, tetapi mampu sebagai eksekutor yang memberikan pelayanan nyata ke masyarakat.

“Jangan masih gimana Bupati,” harap Sapturo.(hyt)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.