Warga Keluhkan Saluran Air Perumdam

Warga Keluhkan Saluran Air Perumdam
KEBUTUHAN AIR: Warga Kampung Cibogo, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, menunjukan pipa saluran air yang diakui merupakan jaringan Perumdam Tirta Mukti Cianjur yang pasokannya sudah terhenti selama tiga bulan terakhir. (AYI SOPIANDI/CIANJUR EKSPRES)
0 Komentar

 
CIANJUR, cianjurekspres.net – Warga Kampung Cibogo, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih. Selain kemarau, terhentinya saluran air dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti Cianjur selama tiga bulan, menjadi faktor utama sulitnya mendapatkan air.
Hoti, 50, warga Kampung Cibogo, Desa Hegarmanah, mengatakan, saluran air dari Perumdam ke rumahnya sudah terhenti sejak tiga bulan lalu. Sehingga, ia beserta warga lainnya sangat kesulitan untuk mendapatkan air bersih. “Meski tidak mengalir, kami tetap membayar tagihan selama tiga bulan. Jadi seperti membayar angin saja,” keluh Hoti kepada sejumlah wartawan, kemarin (1/8).
Dikatakan Hoti, pemasang jaringan air dari Perumdam Tirta Mukti ini dilakukan sejak satu tahun lalu, dengan harapan saat memasuki musim kemarau keluarganya tidak kesulitan untuk mendapat air bersih, terlebih tempat tinggalnya menjadi langganan kekeringan.
Namun, sejak dipasangnya saluran pipa air ke kampungnya, kondisinya tidak berjalan sesuai harapan. Meski demikian, warga tetap diwajibkan untuk membayar beban ke pihak Perumdam. “Sejak dipasang jaringan pipa Perumdam, aliran air tidak pernah normal. Bahkan, ada beberapa warga yang membongkar pipa karena tak mau bayar angin,” katanya.
Dikatakan warga lainya Nurlela, 24, sekitar 150 kepala keluarga di kampungnya mulai mengalami krisis air bersih setelah sumur-sumur mengering dan air dari Perumdam tidak mengalir. Air yang semula bisa didapat pada kedalaman sumur lima meter kini tak lagi terlihat meski di kedalaman 15 meter sekalipun. “Tidak hanya untuk kebutuhan air minum, warga juga sulit mengerjakan aktivitas yang membutuhkan pasokan air,” ujar Nurlela.
Ia menjelaskan, saat ini warga membuat sumur darurat di areal pesawahan demi mendapatkan air bersih. “Sudah tiga bulan terakhir ini sumur mulai mengering. Ya semenjak saluran dari Perumdam ini gak mengalir,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini beberapa warga memanfaatkan air untuk kebutuhan minum dan masak dari sumur darurat yang mereka buat. Meski debit airnya terbilang minim, masih bisa memenuhi kebutuhan air bersih warga. Biasanya setiap hari warga bisa mendapatkan air bersih sekitar empat jerigen dari setiap sumur. “Sekarang, airnya sedikit jadi terpaksa diatur, dan setiap warga dibatasi untuk mengambil air,” katanya.

0 Komentar