oleh

Pertumbuhan Koperasi Minim Kualitas

 

CIANJUR, cianjurekspres.net – Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Cianjur, menyayangkan minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap kemajuan koperasi di Tatar Kota Santri. Bahkan saat ini pertumbuhan koperasi hanya berdasarkan kuantitas namun minim kualitas.

Wakil Ketua Dekopinda Kabupaten Cianjur, Harry M Sastra Kusumah mengatakan, hingga kini perhatian Pemerintah Cianjur terhadap koperasi tidak begitu terlihat, bahkan keberadaan koperasi terkesan mulai dikesampingkan, padahal seharusnya jadi urusan wajib.

“Koperasi ini ada karena amanat Undang-undang, demi mensejahterakan rakyat. Namun sampai sekarang, tak ada perhatian khusus dari pemerintah daerah,” kata dia kepada Cianjur Ekspres, Kamis (26/7).

Menurutnya, pemerintah sebatas terpaku pada peningkatan jumlah koperasi tanpa kelihat kualitas dari setiap koperasi yang sudah ada. Bahkan dari lebih kurang 1.640 koperasi, hanya sebagian kecil yang menjalankan aturan, dimana mesti menggelar rapat anggota tahunan (RAT).

“Bisa terhitung berapa banyak yang menggelar RAT secara rutin. Sayangnya banyak koperasi yang muncul tapi tak pernah menggelar RAT yang merupakan kegiatan wajib koperasi,” ujar Harry.

Jika dimaksimalkan, lanjut Harry, dengan anggota rata-rata minimal per koperasi sekitar 20 orang, maka bisa ditotalkan anggota koperasi se-Kabupaten Cianjur. “Dan kalau memang berjalan, bisa dihitung juga berapa banyak yang sejahtera,” kata Harry.

Dia menuturkan, dalam waktu dekat, pihaknya akan mendorong penghapusan koperasi yang tidak aktif. Pasalnya, Dekopinda akan mendorong koperasi berdasarkan spesifikasi yang jelas dengan peningkatan kualitas.

“Target kami nanti yang tersisa hanya 400 koperasi, namun meskipun dari segi kuantitas tidak banyak, dari segi kualitas akan terus kami genjot,” tuturnya.

Harry juga menegaskan, pemerintah agar menjalankan tugasnya dalam memberdayakan koperasi dan menjadikannya sebagai urusan wajib. “Jangan seperti sekarang, saat hari peringatannya pun tidak ada ucapan dari pimpinan daerah, mungkin mereka sudah lupa. Peringatannya saja lupa apalagi untuk mengembangkannya,” ungkapnya. (bay/yhi).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *