Oknum PNS Puskesmas Campaka Dipolisikan

 

CIANJUR, cianjurekspres.net – Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Puskesmas Campaka, dilaporkan ke pihak kepolisian. Pelaporan ini dilakukan setelah adanya aksi penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap anak dari rekan kerjanya sendiri.

Korban KG, 3, harus mengalami luka lebam dibagian pelipis mata kirinya akibat hantaman sebuah penggaris. Aksi penganiayaan ini dilakukan oleh seorang oknum pegawai Puskesmas Campaka berinisial AY.

Tidak terima dengan perlakukan pelaku, orang tua korban, Ganjar Aries Senjaya, 35, langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Campaka. Peristiwa ini terjadi, saat korban sedang berjalan di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas Campaka. Namun, tanpa sebab yang pasti pelaku melakukan aksi penganiayaan tersebut

Selain melakukan penganiayaan, pelaku yang terlihat belum puas sempat memaki korban dan menyuruh ibunya untuk mendidik korban.

“Yang jelas saya tidak terima atas perlakuan itu, negara kita kan negara hukum. Jadi saya laporkan atas dugaan penganiayaan ini,” kata Ganjar di Mapolsek Campaka kepada Cianjur Ekspres, Rabu (11/7).

Diungkapkan Cecep Priatna, kakek korban, secara etika yang memang dipayungi dengan undang-undang, untuk anak diusia itu perlu mendapat perlindungan. Terlebih lagi kejadiannya ketika anak itu sedang berada di lingkungan puskesmas yang memang diperuntukan untuk melayani publik dalam hal pertolongan.

“Sok ajah pikir, siapapun orang yang berkunjung kesana (puskesmas, red) pasti untuk minta penanganan karena sakit. Sementara, anak yang dalam keadan sehat disakiti, dan itu dilakukan oleh oknum PNS yang sedang bertugas di Puskesmas Campaka. Adanya kejadian itu jelas saya tidak terima,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Campaka AKP Tio, melalui anggotanya Bripka Ade Kumaedi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Dijelaskan, sesuai keterangan orang tua korban bahwa kasusnya terjadi pada hari Selasa (10/7) sekitar pukul 11.30 WIB di ruangan IGD Puskesmas Campaka. Dimana anak korban sedang berjalan untuk mengikuti ibunya yang memang bertugas juga sebagai perawat di puskesmas tersebut.

“Itu keterangan orang tua korban. Yang jelas pelaku dan ibu korban ini saling kenal karena sama-sama bekerja disana (puskesmas, red). Tapi masalahnya, korbannya kan masih kecil atau masih berusia dibawah umur. Perlakuan pelaku itu jelas tidak diterima oleh orang tua korban makanya Ia melapor,” jelasnya.

Menindak lanjuti kasus tersebut, pihak kepolisian akan memanggil dan memintai keterangan korban. Kemudian akan memanggil sejumlah saksi salah satunya adalah karyawan puskesmas yang memang sempat mengetahui kejadian tersebut. Pihaknya juga akan memanggil dan memintai keterangan dari terduga pelaku penganiayaan. (mg1/yhi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.