CIANJUR, CIANJUR.JABAREKSPRES.COM- Film horor terbaru garapan Helfi Kardit, Menjelang Magrib 2: Wanita yang Dirantai, menghadirkan kisah mencekam dengan latar tahun 1920, pada era Hindia Belanda. Saat itu, STOVIA (School Tot Opleiding van Inlandsche Artsen) baru saja melahirkan lulusan kedokteran pribumi yang membawa semangat ilmu pengetahuan modern di tengah masyarakat yang masih kental dengan kepercayaan mistis.
Cerita berfokus pada Giandra (Aditya Zoni), seorang dokter muda lulusan STOVIA yang membaca berita di surat kabar Javasche Courant. Artikel tersebut mengabarkan tentang seorang gadis bernama Layla (Aisha Kastolan) yang dipasung di Desa Karuhun. Pada masa itu, pemasungan dianggap sebagai cara penyembuhan penyakit kejiwaan, meski metode yang digunakan lebih banyak bernuansa mistik dan ditangani seorang dukun.
Keadaan ini sangat bertolak belakang dengan Giandra yang berpegang pada ilmu medis. Didorong rasa kemanusiaan, ia memutuskan pergi ke Desa Karuhun sebuah daerah terpencil di kaki gunung. Untuk mencapainya, Giandra harus menempuh perjalanan panjang dengan pedati yang ditarik kerbau.
Baca Juga:Laga PERSIB vs Borneo FC Ditunda, Tiket Penonton Tetap BerlakuJadwal Bola 1 September 2025, Liga Inggris, Liga Italia, dan LaLiga
Sesampainya di desa, Giandra bertemu dengan Rikke (Aurelia Lourdes), seorang jurnalis keturunan Belanda-pribumi yang menulis artikel tentang Layla. Rikke memperingatkan Giandra dengan tiga kata kunci: Kultur, Mistik, Tahayul menandakan benturan yang akan dihadapi sang dokter antara ilmu pengetahuan modern dan kepercayaan turun-temurun masyarakat setempat.
Kisah pun berkembang menjadi pertarungan batin dan keyakinan, di mana Giandra harus menentukan sikap: berpegang pada sains atau terjebak dalam dunia mistik yang mengikat kuat kehidupan masyarakat desa.