CIANJUR, CIANJUR.JABAREKSPRES.COM– Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Jawa Barat (PW IPNU Jabar) mengecam keras tindakan kekerasan yang dilakukan aparat terhadap warga sipil, khususnya insiden yang menimpa seorang driver ojek online (ojol), Affan Kurniawan, yang menjadi korban pelindasan kendaraan taktis (rantis) Brimob di Jakarta.
Ketua PW IPNU Jabar, Akbar Abdul Azis, menyebut peristiwa tersebut sebagai tindakan yang mencederai demokrasi, mencoreng nama Kepolisian Republik Indonesia, serta melanggar Hak Asasi Manusia.
“Saya atas nama Ketua PW IPNU Jabar dan seluruh kader, sangat mengecam tindakan represif aparat terhadap saudara Affan Kurniawan yang dilindas Rantis Brimob. Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” tegas Akbar, Jumat (29/8/2025).Akbar menambahkan, tragedi ini menunjukkan perlunya evaluasi besar-besaran di tubuh Polri yang dinilai gagal menjaga citra sebagai pelindung masyarakat. PW IPNU Jabar juga mendukung seruan masyarakat yang mendesak pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatannya.
Baca Juga:Ketua DPR RI Minta Maaf kepada Pendemo, Janji DPR Akan BerbenahHarga Emas Hari Ini, Sabtu 30 Agustus 2025, Stabil di Kisaran Rp1.960.000–1.970.000 per Gram
Lebih lanjut, PW IPNU Jabar menuntut proses hukum yang transparan terhadap aparat yang terlibat dalam insiden tersebut. Menurut Akbar, Polri harus segera membenahi internal agar lebih profesional dan menghindari terulangnya tragedi serupa.
“Kami akan selalu bersama para korban, termasuk saudara Affan Kurniawan. IPNU Jawa Barat akan berdiri tegak bersama rakyat dalam mengawal demokrasi di Indonesia,” ujarnya.Sebagai tindak lanjut, PW IPNU Jabar akan melakukan konsolidasi dengan seluruh pimpinan cabang. Mereka menegaskan evaluasi kinerja Polri harus dilakukan secara total, serta mendesak penghentian tindakan brutal aparat sebagai bentuk tanggung jawab moral.