CIANJUR, CIANJUR.JABAREKSPRES.COM- Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang Muslim.
Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt., puasa juga menjadi sarana untuk mendidik jiwa, mengendalikan hawa nafsu, serta menumbuhkan kepedulian sosial.
Namun, dalam praktiknya, ada kalanya seorang Muslim memiliki uzur sehingga tidak dapat melaksanakan puasa Ramadan secara penuh.
Baca Juga:Makna Baju Lebaran Warna Burgundy, Terlihat Elegan dan CantikBaju Burgundi Cocok Dipadukan dengan Warna Apa? Ini Tips Padu-padannya!
Dalam kondisi tersebut, Islam memberikan keringanan dengan mewajibkan qadha, yaitu mengganti puasa yang ditinggalkan di hari lain di luar bulan Ramadan.
Salah satu syarat sahnya puasa, baik itu puasa wajib seperti Ramadan maupun puasa qadha, adalah niat.
Niat bukan sekadar lafaz di lisan, melainkan sebuah tekad dalam hati untuk menjalankan ibadah semata-mata karena Allah Swt.
Pembahasan mengenai niat puasa qadha menjadi penting, sebab ada beberapa perbedaan pendapat ulama mengenai waktu pelafalan niat dan ketentuan lainnya.
Oleh karena itu, memahami hukum dan tata cara niat puasa qadha menjadi hal yang sangat relevan bagi setiap Muslim yang ingin mengganti puasa yang tertinggal dengan benar sesuai syariat.
Bacaan Niat Puasa Qhada dalam Bahasa Arab dan Artinya
. نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
“Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah swt.”
Demikian merupakan informasi mengenai nacaan niat puasa qhada, semoga bermanfaat.