CIANJUR, CIANJUR.JABAREKSPRES.COM- Dalam setiap hubungan, baik itu hubungan percintaan, persahabatan, maupun keluarga, komunikasi memegang peran penting dalam menjaga keharmonisan.
Namun, tidak semua orang mampu mengungkapkan perasaannya dengan terbuka. Salah satu bentuk perilaku pasif-agresif yang sering muncul ketika seseorang merasa marah, kecewa, atau ingin menghindari konflik adalah silent treatment, yaitu sikap diam atau sengaja mengabaikan lawan bicara sebagai bentuk hukuman emosional. Selain itu silent treatment ini juga membuat lawan bicara merasa tidak nyaman.
Meski terkesan sepele, silent treatment ternyata bisa menimbulkan dampak buruk yang serius dalam hubungan. Berikut beberapa akibat negatif dari perilaku ini:
Baca Juga:Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, Sabtu 5 April 2025Bacaan Niat Puasa Qhada dalam Bahasa Arab dan Artinya
1. Merusak Komunikasi yang Sehat
Komunikasi adalah jembatan utama untuk saling memahami. Ketika salah satu pihak memilih diam dan menutup diri, jembatan ini pun runtuh. Pasangan atau orang terdekat akan kesulitan memahami kesalahan atau keinginan kita, sehingga permasalahan tidak terselesaikan dengan baik dan justru bisa menumpuk menjadi konflik yang lebih besar.
2. Menimbulkan Luka Emosional
Sikap diam bisa terasa seperti penolakan atau pengabaian bagi pihak yang menjadi korban. Hal ini dapat memicu rasa bersalah, cemas, atau bahkan rendah diri. Dalam jangka panjang, korban silent treatment bisa mengalami tekanan mental dan emosional yang cukup berat.
3. Membangun Tembok dalam Hubungan
Alih-alih memperbaiki situasi, silent treatment justru menciptakan jarak emosional. Ketika seseorang terbiasa menggunakan diam sebagai senjata, hubungan akan kehilangan keintiman, kepercayaan, dan kenyamanan. Lama-kelamaan, kedua pihak bisa merasa terasing satu sama lain.
4. Meningkatkan Risiko Putus atau Perceraian
Dalam hubungan romantis, silent treatment yang terus-menerus dilakukan bisa menjadi faktor pemicu perpisahan. Rasa frustrasi dan ketidakpastian membuat hubungan menjadi tidak stabil, dan salah satu atau kedua pihak bisa merasa lebih baik jika berpisah daripada terus berada dalam hubungan yang tidak sehat.
5. Membentuk Pola Komunikasi yang Tidak Sehat
Jika dibiarkan, silent treatment bisa menjadi kebiasaan. Setiap ada masalah, diam menjadi jalan keluar yang dipilih. Pola ini tentu berbahaya karena mencegah kedua pihak untuk belajar menghadapi konflik secara dewasa dan terbuka.