Satpol PP Cianjur Bongkar Paksa Warung Liar di Zona Rawan Gempa Cugenang

bongkar kios liar
Petugas Satpol PP Kabupaten Cianjur saat membongkar kios liar yang berdiri di zona merah rawan gempa di wilayah Kecamatan Cugenang.(Foto: Akmal Esa Nugraha/CIANJUR EKSPRES)
0 Komentar

CIANJUR,CIANJUR.JABAREKSPRES.COM – Satpol PP Kabupaten Cianjur membongkar paksa sejumlah warung liar yang berdiri di zona merah rawan gempa dan longsor di Kecamatan Cugenang.

Tindakan tersebut diambil setelah pemilik warung mengabaikan surat peringatan dan tidak membongkar bangunan mereka.

Kasatpol PP Kabupaten Cianjur, Djoko Purnomo, menjelaskan, pihaknya telah memberikan peringatan kepada pemilik warung sejak 28 Maret 2025 untuk segera membongkar bangunannya karena lokasi tersebut berada di zona merah rawan bencana gempa dan longsor, serta pihaknya telah memberikan waktu hingga 2 April 2025 agar pemilik warung membongkar secara sukarela.

Baca Juga:Polres Cianjur Gelar Patroli Keamanan di Pemukiman Yang Ditinggalkan PemudikTNGGP Tutup Pendakian Umum Akibat Peningkatan Aktivitas Gempa Vulkanik

“Kami sudah memberikan peringatan dan waktu untuk membongkar sendiri sebelum tanggal 2 April, namun mereka tetap berjualan dan mengabaikan peringatan tersebut,” jelas Djoko pada Rabu 2 April 2025.

Karena peringatan diabaikan, kata Djoko, Satpol PP akhirnya mengambil langkah tegas dengan membongkar paksa bangunan-bangunan liar tersebut. Sebanyak 15 petugas diterjunkan untuk menjalankan operasi pembongkaran.

“Kami sudah memberikan kesempatan sesuai prosedur, namun karena tidak diindahkan, kami terpaksa membongkar paksa warung-warung tersebut,” ujarnya.

Namun, lanjut Djoko, puing-puing bangunan yang dibongkar akan diserahkan kembali kepada pemiliknya.

“Kita hanya bongkar. Puing-puing bangunan yang dibongkar seperti kayu, bambu, dan terpalnya kami serahkan lagi kepada pemiliknya, tetapi kami ingatkan agar tidak mendirikan kembali bangunan di tempat yang berbahaya ini. Jika melanggar, kami akan mengambil tindakan lebih lanjut,” pungkasnya.(Cr1)

0 Komentar