CIANJUR, CIANJUR.AJABREKSPRES.COM- Puasa Syawal merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar dalam Islam.
Ibadah ini dikerjakan selama enam hari di bulan Syawal, setelah pelaksanaan puasa wajib di bulan Ramadan.
Puasa ini diyakini sebagai penyempurna ibadah Ramadan dan bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Baca Juga:Prakiraan Cuaca Jawa Barat: Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi TerjadiKapolri: Idulfitri Momentum Kebersamaan dan Persatuan
Selain itu, puasa Syawal juga menjadi sarana meningkatkan ketakwaan dan memperkuat kebiasaan berpuasa di luar bulan Ramadan.
Dalam menjalankan puasa Syawal, niat adalah salah satu hal penting yang harus diperhatikan.
Niat dalam ibadah puasa tidak hanya sekadar ucapan, tetapi juga kesadaran dan tekad dalam hati untuk melaksanakan ibadah tersebut.
Niat harus dilakukan sebelum waktu fajar, sesuai dengan ketentuan dalam ibadah puasa sunnah.
Puasa Syawal dapat dikerjakan secara berurutan atau terpisah selama masih dalam bulan Syawal.
Tidak ada ketentuan khusus mengenai pelaksanaannya secara berturut-turut, sehingga umat Islam dapat menyesuaikannya dengan kondisi masing-masing.
Namun, dianjurkan untuk segera melaksanakannya setelah Hari Raya Idulfitri agar mendapatkan keutamaan secara maksimal.
Baca Juga:5 Kata-kata Minal 'Aidin wal Faizin, Cocok Dijadikan Caption Cara Download Kalender Syawal 1446 Hijriyah Terlengkap!
Sebagimana mengutip dari laman Majlis Ulama Indonesia (MUI) berikut ini adalah bacaan niat puasa syawal :
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sittatin min syawwal lillahi ta’ala
Artinya, “Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”
Selain itu, dalam menjalankan ibadah puasa sunnah pada saat syawal selama 6 hari menjadi suatu hal yang dianjurkan oleh Imam Syafii.
Demikian merupakan informasi mengenai bacaan niat puasa syawal. Semoga bermanfaat.