CIANJUR, CIANJUR.JABAREKSPRES.COM- Perubahan lingkungan laut kerap memunculkan fenomena tak terduga, salah satunya adalah kemunculan ikan laut dalam di perairan dangkal. Baru-baru ini, Kepulauan Canary menjadi perhatian dunia kelautan setelah ditemukannya seekor black sea devil (Melanocetus johnsonii), ikan langka yang biasanya hidup di kedalaman ekstrem.
Seperti diketahui, jenis ikan ini banyak ditemukan di Samudra Atlantik, Hindia, dan Pasifik. Ikan ini memiliki ciri-ciri kulit yang hitam pekat dengan penampilan yang mengerikan
Black sea devil umumnya menghuni Zona Bathypelagic atau “zona malam”, pada kedalaman 200 hingga 2.000 meter di bawah permukaan laut.
Baca Juga:Sri Mulyani Pastikan Tenaga Honorer Aman dari PHKPelajar MTs Al-Mizan Olah Limbah Plastik Jadi Karpet Cantik
Sementara, Bruce Robison, ilmuwan senior di Monterey Bay Aquarium Research Institute menyebut ini merupakan peristwa yang sangat langka melihat makhluk laut dekat dengan permukaan.
“Itu adalah peristiwa yang sangat langka melihat makhluk laut dalam seperti itu berada dekat dengan permukaan,” tuturnya.
Di zona ini, suhu hanya sekitar 4 derajat Celsius dengan tekanan air mencapai 5.850 psi, kondisi yang tidak bersahabat bagi sebagian besar makhluk laut.
Namun, kali ini ikan tersebut ditemukan lebih dekat ke permukaan. Kejadian langka ini terdokumentasi oleh Condrik Tenerife, organisasi non-pemerintah asal Spanyol yang meneliti kehidupan laut di perairan Kepulauan Canary.
Penemuan ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan ilmuwan. Munculnya black sea devil di perairan yang lebih dangkal memicu diskusi tentang kemungkinan perubahan lingkungan yang memengaruhi habitat spesies tersebut.