Termasuk dalam hal ini, pengembangan wisata leisure seperti melalui smart tourism destination tools yang terdiri dari augmented reality untuk menampilkan peta lokasi ataupun menunjukkan atraksi di obyek wisata dan juga memanfaatkan rekam digital dari setiap calon pengunjung guna menciptakan seamless and personalized traveling.
Selain itu, digitalisasi juga diperlukan untuk meningkatkan produktivitas sektor unggulan seperti memanfaatkan weather and soil sensor untuk mengetahui waktu tanam dan panen, smart irrigation untuk memastikan tanaman teririgasi dengan baik serta menggunakan aplikasi Logistik Tani (LOGTAN) agar mempermudah pendataan luas lahan dan aktivitas lainnya.
Digitalisasi aspek pemasaran dapat didorong melalui strategi digital marketing dan penggunaan kanal digital baik dengan konsep B2C (Business-to-Consumer) maupun B2B (Business-to-Business).
Baca Juga:Investor Dukung Pengembangan Ultra Mikro, BRI Catat Rekor Kapitalisasi Pasar Terbesar Sepanjang SejarahIkuti Ajang INDI 4.0, BRI Ungkap Keberhasilan Program Transformasi BRIVOLUTION
Adapun aspek pembiayaan dan pembayaran dapat terus didorong melalui optimalisasi pemanfaatan QRIS (Quick Response Indonesian Standard), digital banking, crowdfunding pada sektor Pertanian, serta sebagai daya dukung pembangunan diperlukan optimalisasi dan perluasan penerapan transaksi digital terkait transaksi pajak dan retribusi daerah, melalui peningkatan jumlah kanal pembayaran digital dengan tetap menjamin keamanan data pembayar, serta menyusun data pencatatan secara terstruktur sebagai bahan tracking dan evaluasi.
Sebagai penguatan komitmen kolaborasi dan sinergi aktif dalam mendukung pemilihan ekonomi, stabilisasi harga dan pengembangan ekonomi digital, maka pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Bank Indonesia pada kesempatan dimaksud juga menandatangani kesepakatan bersama (MoU) megenai Pengembangan Ekonomi Daerah. (rls/nik)