Warga Nyaris Mengamuk, Pelayanan Ambulance Puskesmas Cugenang Buruk

0 Komentar

.
“Setelah ada reaksi dari warga, kunci mobil ambulance pun diserahkan, akan tetapi kondisi anak saya sudah meninggal, disini saya timbul kecurigaan kalau saja pihak Puskesmas tidak lamban memberikan bantuan ambulance mungkin anak sayamasih bisa tertolong,” ungkapnya.
Penyesalan pun datang dari ibu almarhumah, yakni Sintawati (32). Saat ditemui dikediamannya di Kampung Mangunkerta RT 02/RW 03 Desa Mangun Kerta, Kecamatan Cugenang menuturkan, awalnya hanya mengalami sakit demam biasa, bahkan sebelum meninggal Anisa sempat mengeluhkan nyeri dibagian perut.
“Saya sangat kehilangan sekali anak itu sangat periang, dan bahkan sebelum meninggal pun pernah berkata jika dia takut meninggal,” ungkap ibu Almarhum Siti Napisa Amisah, Sinta.
Sementara itu saat dikonfirmasi ke Puskesmas Cugenang dokter umum Yuli Yatin membenarkan ada warga meninggal bernama Siti Napisah Amisah yang mengalami sakit dibagian perut. Ia pun mengaku waktu itu hari Minggu (3/2) ada acara kegiatan Pramuka, dan untuk fasilitas ambulance yang dimiliki oleh Puskesmas Cugenang ada unit diantaranya ambulance tahun lama (Mobil Panther) dan ambulance (APV).
Yuli mengatakan, hari Minggu (3/2) ada warga yang datang ingin meminjam mobil ambulance untuk mengantar anaknya ke rumah sakit.
“Permasalahannya waktu itu kunci ambulance dipegang sama sopirnya (Hendi), sedangkan kunci ambulance yang lainnya saya kurang begitu paham disimpannya dimana?,” katanya.
Ia mengatakan, pada saat kejadian memang tidak ada jadwal pelayanankarena hari Minggu. Tapi tidak menutup kemungkinan karena pihaknya tak ingin ada warga yang membutuhkan pertolongan maka langsung mendatangi Puskesmas untuk mengonfirmasi kebenarannya.
“Yang saya tahu, waktu itu sopirnya sedang pergi ke luar kota. Dan mungkin saja kunci ambulance itu disimpan tapi kita tidak tahu dia (sopirnya) dan biasanya kunci selalu tergantung di Puskesmas,” tandasnya.(yis/sri)

0 Komentar